Hi there! Apa kabar? Saya udah laaaammmaaa banget nggak ngurusin blog ini sejak masuk kuliah ya. Kalo ibarat rumah mungkin blog ini udah banyak sawangnya (sarang laba-laba), hehe. Karena saya kuliahnya di Malang, saya pengen cerita beberapa destinasi wisata yang rekomended di Malang yang pernah saya kunjungi selama 4 tahun merantau di sini. Hari ini mungkin postingannya tentang Air Terjun dulu kali ya
1. Air Terjun Coban Rondo
Air terjun ini pasti sudah banyak yang tau dong ya, letaknya sekitar 12 km dari kota batu, tepatnya di kecamatan pujon, kabupaten Malang- Jawa Timur. Kalau berangkat dari Kota Malang, tinggal cari arah ke Kota Batu terus ngikut jalan aja luurruuuss, sampai ada pertigaan patung sapi ini, nah itu belok ke kiri ke arah coban rondo, kalau bingung bisa tanya warga sekitar.
 |
| (sumber gambar : mbolangeveryday.blogspot.com) |
|
|
|
|
Tempat ini pertama kalinya saya mbolang di Malang, eh kedua ding, yang pertama ke kebun teh Wonosari, Lawang. Waktu itu saya ke sana berempat sama temen saya Eka, Laili, dan Cindy. Waktu itu status kita masih MABA (mahasiswa baru), sekarang juga masih MABA sih, mahasiswa BASI, hoho. Saya punya cerita lucu deh waktu itu. Jadi ceritanya kita berempat berangkat agak siang sekitar jam 11, kemudian sholat duhur di Masjid yang ada di Batu, waktu itu sempat hujan sebentar, dan akhirnya kita memustuskan untuk makan di warung bakso bakar yang ada di depan masjid. Kita berempat saat itu masihlah anak perantau polos bersahaja #halah yang belum berpegang teguh pada konsep "Jangan coba-coba makan di warung makan yang sepi, karena kemungkinannya cuma ada 2 : kalo nggak mahal, ya nggak enak, atau parahnya sudah mahal, nggak enak pula", kurang lebih seperti itu. Dan hal ini terjadi, bakso bakar di sana enak gaes kita gag zonk zong banget, tapi lumayan mahal. Karena kita belum kenyang, tapi bawa duit pas pasan buat beli tiket di Coban Rondo dan beli makan lagi setelah pulang,jadi kita ngga pesen makan lagi, melainkan makanin kerupuk sampe kenyang. Saat itu kita berpikiran bahwa senungkus kerupuk harganya ga mungkin lebih dari 3 rebu kan? Dan jadilah aku makan 3 bungkus kerupk, laili juga 3 bungkus, Eka 4 bungkus, Cindy paling banyak, dia makan 6 bungkus, ini antara laper sama doyan saya ga tau. Dan keabsurdan terjadi saat kita bayar, ternyata sebungkus kerupuk tadi harganya 6000 perak perbungkus. Untuk anak baru merantau seperti saya dan teman - teman hal ini di luar dugaan, karena 4 bungkus kerupuk harganya sama dengan seporsi bakso bakar. Jaih sial ya, tau gitu kan kita mendingan beli bakso bakar 2 porsi. Alhasil keluar dari warung kita ketawa-tawa cekikikan campuran syok dan kezel, haha.
Cerita ini saya lanjut besok ya, sinyal wifi tau-tau ngadat. happy weekend!
0 komentar:
Posting Komentar