Resensi Buku : Rumah Lentera
Judul : Rumah Lentera
Penulis : Neni Jahar
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2012
Tebal : 256 hlm
Harga : Rp 37.000,00
sebelumnya saya akan menuliskan sinopsis yang ada di belakang novelnya
Ketika pertengkaran demi pertengkaran dengan sang kakak semakin mewarnai hari - harinya, Vien menyerah. Ia butuh ruang. Ia tak mau terus menerus disalahkan dan dianggap anak kurang ajar, apalagi kalau sampai Ega pacarnya dibawa - bawa. Tahu apa kakaknya soal Ega? Karena tak ingin selalu disalahkan dan dihakimi,vien memutuskan untuk pergi…
Vien sudah berpacaran dengan Ega selama satu tahun lebih. Dia tak pernah mengerti mengapa orang - orang di sekitarnya, kak Viko kakaknya, ibunya, audrey sahabatnya tak pernah suka pada Ega. Padahal baginya Ega begitu baik padanya. Dia berhutang nyawa pada Ega. Dia memang sering pulang malam hanya untuk sekedar menemani Ega agar dia tidak kecewa. Vien berani bersumpah tak melakukan apa - apa dengan Ega. Sampai akhirnya Vien lelah dan memutuskan pergi dari rumahnya. Dia menemukan Rumah Lentera.
" Rumah lentera. Rumah untuk para lentera. Setiap orang yang pernah tinggal di rumah itu diharapkan bisa menjadi lentera..." (hlm. 67).
Begitu kata Kak Adly si pemilik Rumah Lentera.
"...saat ini gue tetap ingin jadi lentera yang bisa menerangi orang lain lebih lama. Lebih lama dari sebatang lilin yang sudah berkorban itu..." (hlm. 68).
Vien kaget melihat "Rambu- Rambu Rumah Lentera" yang mewajibkan penghuninya memiliki IP minimal 3,5. Kalau tidak maka hukumannya adalah menerjemahkan jurnal bahasa Prancis. Dia nyaris frustasi, dia tak mau jadi orang pertama yang mendapat hukuman itu. Vien mulai merubah kebiasaannya dan belajar lebih giat. Dia menemukan arti persahabatan dan keluarga. Apalagi saat ayah Deris teman kostnya meninggal. Dia melihat raut wajah ayahnya di sana! Saat dia pulang ternyata ayahnya yang terserang stroke juga telah tiada. Padahal sekalipun dia bahkan belum pernah menjenguk ayahnya di rumah sakit. Vien terlau sibuk dengan Ega. Lalu bagaimana Vien akan melanjutkan hidupnya? Dia juga tak tahu.
Bagi saya, awalnya novel ini agak membosankan. Tapi saat sampai pada permasalahan yang di hadapi Vien, rasanya tak ingin berhenti membaca. Penulis memberi kejutan di akhir ceritanya. Juga sedikit cerita manis antara Vien dan cinta barunya. Finally it's happy Ending.
Pesanku : nggak ada salahnya nyoba baca novel ini. Happy Reading ^^.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar