Ini cerita asli waktu aku masih kelas 1 SMA. Bener- bener konyol *hehe.
Hidupku bahagia sebelum semua ini terjadi. Malam yang gelap, hujan turun dan dramatisnya lagi ini pakek mati listrik segala. Aku cuma guling - guling di kasur kaya’ tempura idup. Dan mimpi buruk itu datang. Punggungku rasanya ngilu – ngilu gag jelas sesuatu. Tengkurap sesak napas, terlentang punggung sakit, miring ke kiri takut gelap, miring ke kanan walah ntar bokongku yang ngadep jendela kesamber petir lagi *parno. Akhirnya aku bangun terus mengambil senter buat nyenterin punggungku yang rasanya ada yang ganjel. Pas aku liat ternyata di situ ada semacem bintil merah mirip tetek kucing. wah gawat ini, di punggungku tumbuh sebiji tetek kucing, apakah setelah ini aku akan menjelma menjadi kucing Persia kerajaan antah berantah? Apakah Robert Pattison akan tetap ganteng di usia 78 tahun? Apakah ssupir truk tetangga sebelah dulunya adalah bencong taman lawang? Semua itu masih misteri sodara - sodara. Tak lama kemudian semua ini terjawab ketika kutanyakan pada ibuku. BINTIL MERAH MIRIP TETEK KUCING tersebut adalah CALON BISUL. Ya calon bisul sodara – sodara, di punggung saya.
Besoknya aku berangkat ke sekolah seperti biasa, sarapan seperti biasa, pakek seragam seperti biasa, semuanya biasa saja. Yang luar biasa cuman pas aku duduk terus nyender. Eh si CALON BISUL MIRIP TETEK KUCING jadi ketatap kursi. Dan itu rasanya sungguh luar biasa sakit sekali sodara – sodara. Kayaknya si Calon Bisul ini mulai menampakkan keganasannya. Akan pecah, udah mulai retak – retak. * iklan lewat : Rasanya punya bisul di punggung tu kaya’ guling guling di tumpukan paku payung, gelinding ke ladang kaktus terus akhinya jadi santapan siang kuda nil bertaring. Yah hidup memang punya banyak rasa* =_=. Akhirnya pas nyampe rumah, aku nyari obat kompres luka buat ngobatinnya. Tepat di atas rak di bagian pojok kanan, aku nemu botol kecil, ada cairan warna putih di dalemnya. Terus di bungkusnya ada tanda plus. Aku yakin banget ini obat kompres luka. Tapi aturan pakainya ketutupan harga 20.000 rupiah. Ini buat ukuran obat kompres cukup mahal. Jadi aku dengan sangat percaya diri mengompreskan cairan itu ke bagian si CALON BISUL MIRIP TETEK KUCING.
Habis itu, aku berangkat les kimia. Gag tau kenapa badanku rasanya demam dan lemes. Pas aku raba bagian belakangku, eh agak basah. Wah gawat isi dari si calon bisul ini mulai merembes ke bajuku. Ini tanda – tanda akan terjadi suatu kontraksi mengerikan yaitu “BISUL PECAH!”. Bisul ini akan pecah sodara – sodara! Akan pecah! Akan Pecah! *menggema dimana – mana.
Pas nyampe di rumah aku bilang ke ibuku, “Bu, kok tambah parah ya? Bisulnya udah seminggu nggak sembuh – sembuh.” Kata aku nanar.
“ Wah gawat itu! bawa ke dokter sana,” katanya. Terus aku ngambil botol kecil yang tadi aku pakek buat ngebersihin bisul.
“ Ini pembersih luka kan, bu?” tanyaku harap – harap cemas. Gag tau kenapa kok aku curiga sama benda ini.
“ Bukan, itu Pembersih printer,” jawab si emak enteng. *Mampus gue. “Lho, tadi aku pakek bersihin bisul,” jawabku setengah mau mati.
Emakku mangap. aku juga ikutan mangap. *Mampus kuadrat pangkat lima log tujuh.
“ Kamu nggak liat aturan pakainya?” katanya lagi masih setengah mangap. Mungkin takjub dengan keluar biasaan kemampuan otak anaknya yang setingkat otak blasteran ikan koi sama kecebong anyut yang telah mengalami mutasi genetik.
“Udah lihat kok, Bu. Kan yang ada tanda plusnya. Biasanya kan obat luka kaya gitu,” kataku masih ngeles “Ya tetep aja dibaca dulu dong!” katanya jadi parno.
“Lah kan ketutupan harga. DUA PULUH RIBU RUPIAH pula. Pasti obat bagus kan?” aku ngeles lagi.
“ Ckckckckck…” emak gua geleng – geleng. Dan akhirnya maksa aku buat ke dokter untuk meriksain ini bisul. Kalo sampe jadi tumor atau kanker punggung karena terjadi suatu senyawa tidak senonoh dari perselingkuhan antara komposisi pembersih printer dan sel pertahan tubuh kan gawat itu =_=. Untungnya sejauh ini aku masih hidup riang gembira. Malah bisulnya pecah dengan teramat cepat. Ini bukti bahwa segala sesuatu yang bertanda plus belum tentu baik untuk kesehatan jasmani dan rohani.
Sekian. Semoga bermanfaat.
NB : Jangan pernah makan kare ayam saat diare *gag nyambung - -“
Pembersih Printer vs Bisul
02.38 |
Label:
Cerita Konyol
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar